Selasa, 27 Oktober 2015

prolog

       Malam mulai gelap kota pesisir ini telah di selimui angin malam. satu persatu rumahpun mulai berpadaman tapi satu rumah ini tidak dan tak akan pernah mati walau siang, matahari  telah menjulang tinggi di angkasapun lampu ini tak kan pernah padam walau memiliki tegangan yang sangat rendah ini lebih dari cukup bagi pemilik rumah tersebut. untuk menerangi dan menemani harinya. prai ini sudah lama tinggal sendiri bertemankan kesunyian dan kehempaan dunianya, ethsss. 
    Di sini saya bukan bercerita tentang dia yang menyendiri atau kesepian tapi saya akan menceritakan cerita saya, manusia yang hidup dengan penuh mimpi, ambisi dan, ketenangan. jika di lihat dari pandangan mata aku hanya manusia kebanyakan tapi perlu kamu ketahui otak kecil ini selalu berpikir keras bagai mana cara agar dunia ini damai tenram tanpa harus ada yang tersakiti saat dia di adili.
       Saat mentari pagi bersinar maka saat itulah otak ku ini langsung berkerja kembali layaknya matahari yang beristerahat menyinari d malam hari. dari merasa sangat bodohnya ia ada di sini sampai halkecil pun otak ini selalu berpikir.  salam dari kami yang selalu berjuang dalam berpikir untuk menyatukan bangsa dan negara. maaf jika pembukaan ini kurang menarik karna disini saya  akan membagikan cerita saya dengan kalian.

   SALAM KUKIS